10 Hikmah Kehidupan

Senin, 05 November 2012

  1. Kenalilah potensi diri Anda. Ketika anda menimbang-nimbang untuk melakukan sesuatu, maka ingatlah kalimat bijak ini : “Allah akan menurunkan rahmat kepada seseorang yang menyadari kemampuan dirinya “.Jika usia Anda telah mencapai lima puluh tahun lebih dan masih ingin berolah raga maka pertimbangkan mana yang akan anda lakukan, jogging, renang atau tenis. Jangan berpikir untuk main sepak bola  dan tetaplah selalu mengasah keterampilan Anda.
  2. Belajarlah bagaimana mengndalikan diri. Membatasi diri dalam kehidupan dengan tidak memberikan kesempatan untuk mengasah karakter dan tanggung jawab Anda dalam kehidupan ini adalah sebuah kebodohan besar. Orang-orang yang tidak memahami siapa dirinya, maka tidak akan pernah mengenali kemampuan mereka.
  3. Bersahajalah dalam menjalani kehidupan keseharian sebisa Anda, bekerjalah pada sebagian waktu Anda. Orang yunani percaya bahwa orang tidak mungkin bisa menjaga naluri manusianya jika dia tidak diberi waktu luang (longgar).
  4. Bersiap siagalah selalu untuk memasuki sebuah pertarungan. Satu-satunya cara untuk menuju kehidupan yang menyenangkan adalah dengan menantang bahaya yang masih bisa diperhitungkan. Anda tidak akan pernah bisa belajar jika tidak tidak bertekad bulat untuk menghadapi bahaya. Belajarlah berenang misalnya untuk menghadapi bahaya tenggelam.
  5. Tidak ada gembok yang tidak bisa di buka. Tidak ada simpul yang tidak bisa dilepas, tidak ada jarak yang jauh yang tidak bisa didekatkan dan tidak ada yang hilang yang tidak bisa ditemukan. Dan semua itu ada saatnya.
  6. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. “QS. Al-Baqarah : 45). Baik sabar maupun shalat adalah bahan bakar kehidupan, bekal perjalanan, pintu harapan, dan kunci menuju jalan keluar. Artinya orang yang bersabar dan selalu menjaga shalat maka, “Kabarkanlah kepadanya tentang fajar menyingsing, kemenangan yang nyata, dan pertolongan yang dekat.”
  7. Bilal mengalami banyak penyiksaan : dicambuk, digebuk, dan disiksa dijemur, dan diusir. Namun dia selalu mengatakan. “ Ahad (satu), ahad (satu). “ Bilal memang benar-benar memegang makna “Qul huwallahu ahad.” Sesampainya disurga bilal menyadari betapa kecil pegorbanan yang telah ia lakukan, dan betapa sedikit yang tlah ia persembahkan. Ternyata barang dagangan yang ditawarkan di surga lebih mahal harganya sekian kali lipat dari pada harga yang bisa dibayarkan untuk mendapatkannya.
  8. Apa dunia itu? Apakah dunia itu pakaian, yang jika mahal harganya maka Anda yang dipakainya dan bukan pakaian itu yang Anda pakai; atau seorang istri yang jika cantik akan mengiris-iris hati Anda dengan menggantungkan cinta Anda; atau harta; yang jika banyak maka Anda akan menjadi kuncennya? Demikianlah kebahagiaan dunia (yang selalu membuat pikiran ruwet) itu. Lalu bagaimana dengan kesediahannya?
  9. Setiap orang yang berpikir akan berusaha bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan lewat ilmu, harta atau kedudukan yang dimilikinya. Orang yang paling bahagia diantara mereka adalah orang yang beriman. Sebab kebahagiaannya bersifat kebal oleh keadaan yang bagaimanapun, hingga nanti ketika bertemu Rabb-nya.
  10. Salah satu kebahagiaan adalah hati yang terhindar dari berbagai penyakit yang sangat serius, misalnya ragu, tidak menerima, berpaling dari Allah, tidak yakin, syubhat dan hawa nafsu.   
          Sumber : Buku La Tahzan

Article :

0 comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes